2008-11-09
POK TAN BARUAH ANDURIANG SEPAKAT
Disamping mengelola tiga bidang kebun kelompok masing-masing anggota mengembangkan usahanya masing-masing denmgan mengembang tehnologi pertanian dan pengetahuan yang didapat dalam pertemuan kelompok.
Kelompok yang dipimpin langsung oleh Wali Joro Diswar ? ( Suwea ), dan dibimbing oleh Penyuluh Sosial pertanian Dt. Linjuang Putih dan Abdul aziz.
Terakhir kelompok ini telah menerima b antuan bibit ikan guramai sebanyak 20.000 ekor dan bulan Desember akanm datang lagi 50.000 bibit ikan gurami. kolam yang dimanfaatkan sebagai kol;am akelompok adalah tebat ikan di Baruah Anduring.
2008-11-03
MINYAK UWA-RIH CONGKONG
MINYAK MANIH UWA-RIH
Jauh sebelum Indonesia Merdeka Kenagarian Tujuah Koto telah dikenal sebagai produsen berbagai jenis makanan kecil dan usaha-usaha kerajinan disamping kegiatan pertanian dan perkebunan. Diantara makanan yang cukup pepuler pada masa itu adalah; Ompiang, makanan kecil terbuat dari beras ketan ( Puluk );di jorong Koto Kociak; Paniaram di jorong Padang Jopang; Kueh Mueh di Tanjuang Jati; Keajinan bambu berupaKibang di jorong Sipingai. Disamping itu hampir bisa ditemukan di setiap jorong ada " baruang-baruang tanak" (pabrik) minyak manih. Hasil produksinya dikenal dengan nama Minyak Manih Talago .
Minyak manih atau minyak untuk menggoreng makanan tersebut memiliki keunggulan dengan aromanya yang khas, untuk penyedap makanan, malah dapat disimpan lebih lama. Akhir-akhir ini kalah bersaing dengan telah membanjirnya minyak kelapa sawit; hingga kini yang bertahan hidup salah satunya berada di jorong Koto Kociak, yang dikenal dengan nama Minyak Uwa Rih. Diusahakan oleh Risman anak nagari Tujuah Koto asal jorong Tanjuang Jati yang kawin dengan puteri Congkong Koto Kociak.
Produksi sampingan atau ikutan dari kegiatan menanak minyak manih itu adalah " Cirik Minyak "; ampas sisa perasan santan kelapa yang telkah menjadi minyak makan. Nailai jual Cirik Minyak itu jauh lebih mahal harganya dari Minyak dari penjulan Minyak itu sendiri. Dewasa ini harganya Rp.25.000 per kilogram. Cirik Minyak itu digunakan sebagai penyedap makanan dan juga penambah dedeak rendang daging, serta berabagai jenis bumbu masak lainya.
2008-10-24
siamang ma ek
Nagari Ma Ek terletak di bagian Barat Laut Kabupaten Lima Puluh Kota, tepatnya di dalam Kecamatan Bukik Bulek. Nagari ini diduga telah berumur panjang dan sudah mulai berkembang sejak zaman purbakala. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya beberaopa situs kepurbakalaan di nagari Ma Ek. Antara lain adalah peninggalan benda budaya masa purba berupa Batu-batu besar yang berkembang 2.500 Sm, pada masa tumbuh dan berkembangannya Megalithikum.
Benda budaya berupa batua Megalith tersebut ditemukan di jorong Ronah, Koto Tinggi dalam jumlah yang banyak sampai ratusan. Kemudian di jorong Ampang Godang.
Penggalian atau ekskavasi terhadap batu tegak yang bersusun tersebut pernah dilakukan oleh Drs. Sukendar, seorang arkeolog dari Depdiknas Jakarta tahun 1998. Pada salah satu lubang yang dibuat dibawah Menhir tersebut ditemukan sesosok mayat manusia dalam ukuran normal serta beberapa bekal kubur berupa keramik, manik-manik dan arang.
Batuan tersebut berupa batu besar
2008-10-22
PDRI 1948-1949 DI LIMA PULUH KOTA
.
2008-10-07
NAGARI PURBAKALA MA EK
Situs Megalithik berupa batu-batu besar ditemukan di daerah Ronah Koto Tinggi di nagari Maek ini, yang jumlahnya ratusan yang tersusun dalam pola tertentu. Salah satu kaki Menhir tersebut pernah digali Arkeolog Sukendar dan menemukan sesosok mayat purba dan beberapa benda budaya dan bekal kubur di dalamnya. Pola penempatan mayat jelas tidak menurut penguburan orang beragama Islam.





